*MUHASABAH DI HARI JUM'ATUL MUBAROKAH*
*_BERSABARLAH BERPROSES HINGGA WAKTUNYA BERAKHIR_*
Saudaraku,
Ada suatu nasihat yang begitu penuh dengan hikmah,
لَنْ تَعْرِفَ قِيْمَةَ اللَّحْظَةِ حَتَّى تُصْبِحَ الذِّكْرَى
"Engkau tidak akan mengerti nilai waktu yang sesaat, sampai waktu yang sesaat itu menjadi sebuah kenangan."
Apapun yang telah terjadi kemarin adalah bagian dari masa lalu. Apapun yang terjadi hari ini adalah suatu kenyataan, dan apapun yang terjadi hari esok adalah suatu harapan...
Waktu,
terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah suatu keabadian...
Saudaraku,
Ketika masih ada peluang, isilah segenap ruang dan waktu yang kita miliki untuk mencari cukup bekal untuk kembali ke alam kekal...
Perbanyak istighfar kepada Allah Azza wa Jalla dan selalu memohon pertolongan-Nya agar kita menjadi hamba-hamba-Nya yang selamat hingga akhir waktu...
Saudaraku,
Sesungguhnya kehidupan kita memerlukan kesabaran dan keyakinan. Bila bukan karena kesabaran dan keyakinan, tentulah Siti Hajar tidak akan mondar-mandir, pulang dan pergi antara dua gunung yang kecil, Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali demi mendapatkan setetes air untuk putranya, Ismail 'alaihi sallam...
Sebagaimana pula kisah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang sabar dicerca dan dilempari batu hingga cedera pada kedua kaki beliau oleh kaum Bani Tsaqif ketika beliau hijrah ke Thaif. Begitulah proses langkah demi langkah yang akan senantiasa berlanjut hingga batas waktu yang telah ditentukan...
Saudaraku,
Seorang anak kecil tak lantas tiba-tiba mampu berjalan. Ia harus belajar merangkak terlebih dulu. Itu pun tak bisa dilakukan secara sempurna ketika si bocah masih di bawah sembilan bulan...
Saat pertama berjalan pun tak lantas ia bisa langsung berlari. Kadang keseimbangan sering hilang dan terjatuh. Perlu beberapa waktu lagi bagi si bocah untuk bisa benar-benar berjalan seimbang sempurna. Itulah waktu yang telah ditentukan dan tak bisa dielakkan dalam tahapan proses...
Saudaraku,
Proses kehidupan perlu dilalui dengan sabar dan penuh keyakinan, selangkah demi selangkah sebagaimana Allah Azza wa Jalla mengajarkan proses terciptanya makhluk-makhluk-Nya...
Bersabarlah, karena semua ada waktunya, seperti pelajaran ulat yang beralih rupa menjadi kupu-kupu elok. Bersabar dan yakinlah, maka kita akan mendapatkan yang lebih dari apa yang kita harapkan...
Saudaraku,
Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata,
"صبرا جميلا ما أقرب الفرجا..
"Bersabarlah yang baik maka kelapangan itu begitu dekat.
من راقب الله في الأمور نجا..
Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dalam urusannya maka dia pasti akan selamat.
من صدق الله لم ينله أذى..
Barang siapa yang yakin dengan Allah Ta'ala, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.
و من رجاه يكون حيث رجا.."
Barangsiapa berharap kepada Allah Ta'ala maka Allah Ta'ala pasti akan memberi pertolongan."
(Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir 8/432)
Saudaraku
Semua akan ada waktunya yang senantiasa harus dilalui dengan kesabaran dan keyakinan, sebagaimana musim yang terus mengalami pergantian, sebagaimana sebuah roda kehidupan yang terus berputar. Kita akan menjalaninya dan kita tetap bersabar dengan penuh keyakinan harus dapat menikmatinya...
Semua akan ada waktunya, dan kita pasti akan merasakan tahapan demi tahapan itu. Semua akan ada waktunya, tak perlulah kita congkak dan takabur dengan apa yang telah kita dapatkan sekarang. Tidak ingatkah waktu itu, saat kita masih menjadi bocah ingusan yang bahkan tentang dunia saja kita tak tahu. Tidak ingatkah masa-masa saat kita baru belajar berjalan, yang untuk berdiri saja kita masih harus dipegangi kedua orang tua kita...
Semua ada waktunya, boleh jadi kita sekarang telah benar-benar menjadi manusia yang bisa berdiri tegak dengan kaki sendiri. Boleh jadi karena kehebatan kita, lantas kita meremehkan dan merendahkan saudara-saudara kita yang lain dan beranggapan kita lebih baik dan lebih gagah dari mereka...
Saudaraku,
Semua ada waktuya, biarkan sajalah saudara-saudara kita berproses tetap merangkak, atau berjalan tertatih-tatih sangat pelan, tidak sebagaimana kita sekarang yang telah cepat berdiri tegak. Tapi tenang saja dan berilah kesempatan, karena semua ada waktunya. Akan ada waktunya saudara-saudara kita akan berdiri lebih tegak dan berlari lebih kencang daripada kita sekarang, dan di waktu itu mereka tidak akan seperti kita. Takkan mau mereka mengejek kita yang telah tertinggal jauh di belakang, karena sebagai saudara kita harus saling membantu bukan? Hingga kelak sama-sama kita akan berada di garis depan. Karena semua ada waktunya...
Saudaraku,
يأتي البعض لحياتك كنعمة ويأتي البعض لحياتك كدرس، فحافظ على النعمة وتعلم الدرس
"Pelajaran yang sangat indah dalam kehidupan ini sebagian orang ada yang datang padamu sebagai nikmat dan ada yang datang sebagai pelajaran, maka jagalah kenikmatan itu dan pelajarilah pelajaran itu."
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa bersabar dan yakin dalam setiap proses penantian hingga waktunya berakhir untuk meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.
_Wallahua'lam bishawab_
Komentar
Posting Komentar