*RIWAYAT AL IMAM ALI ZAINAL ABIDIN BIN AL IMAM AL HUSAIN*


_*Episode 1*_


NAMA & JULUKAN

- Nama : Ali

- Kun-yah : Abu Alhasan ada riwayat juga Abu Abdillah

- Julukan:

1. Zain Al Abidin (Hiasan orang-orang yang beribadah) 

2. As Sajjad ( orang banyak bersujud)



KELAHIRAN BELIAU 

- Kota Madinah ada riwayat juga yang mengatakan di Iraq.

- Jum'at 5 Sya'ban tahun 38 H.

- Mendapati 2 tahun kehidupan sang kakek Sayidina Ali bin Abi Thalib KRW. 



PERTUMBUHAN BELIAU 

- Beliau diasuh oleh sang ayah sayidina Husain dan sang paman Sayidina Hasan.

 - Beliau sangat giat untuk menuntut ilmu agama dan untuk bertalaqi hadist dari ayah dan pamannya dan meriwayatkan hadits dari mereka berdua juga para masyaikh lainnya.

- Beliau berilmu luas & pemahaman yang mendalam sehingga Al Imam As Syafi'i mengkategorikannya sebagai manusia paling Faqih (pakar dalam ilmu fiqih) dari kalangan Penduduk Madinah.



MAJLIS HALAQAH ILMU 

- Beliau pernah membuka halaqah ilmu di Masjid Nabawi dan banyak yang menuntut ilmu darinya terutama dari kalangan pembesar para tabiin seperti Sayyidina Said bin Al musayyib dan Said bin Jubair.


-  Pembelajaran yang diutarakan beliau melalui kelas dan mimbar banyak diwarnai dengan anjuran dan dorongan agar manusia mengingat selalu akan akhirat dan meninggalkan kenikmatan dunia yang fana.



SIFAT & AKHLAK BELIAU

- Beliau tergolong manusia yang paling Indah wajah dan wangi aroma tubuhnya. 


- Yahya Al Ansori mensifatinya "Dia adalah paling afdhol nya keturunan Bani Hasyim yang saya lihat".


- Az Zuhri pernah berkata "Tidak ku jumpai di Madinah orang lebih afdol darinya".


- Beliau disifati dengan lautan kemuliaan yang tidak bertepi karena dikenal dalam ketakwaan, kezuhudan, keapikan (wara'), kerendahan diri (tawadhu), sifat pemaaf dan kedermawanan serta aneka ragam akhlak mulia lainnya.


- Beliau sangat sering mendedikasikan dirinya untuk ibadah dan menjauhkan dirinya dari politik serta bersikap moderat sehingga beliau menjadi rujukan ummat pada saat itu.


-Beliau selalu istigraq tak ingat waktu dalam berzikir kepada Allah dan tak pernah meluangkan waktu nya untuk bersantai-santai dalam suatu majlis.


- Diriwayatkan bahwa beliau sholat sampai 1000 rakaat lebih dalam satu hari satu malam, bahkan diriwayatkan juga beliaulah yang akan memimpin para ahli ibadah dihari kiamat kelak.


- Beliau banyak mensiyagh (menyusun) do’a yang selalu dibaca masyarakat pada umumnya seperti do’a khotam qur’an yang dibaca saat khataman yang sering kita baca dan lain-lain nya.


- Beliau juga dikenal sebagai orang yang suka memerdekakan para budak terutama dibulan Ramadhan. Mengumpulkan dan mengasihi orang-orang lemah atau yang terzholimi. 


- Dikisahkan bahwa setelah wafatnya banyak orang menemukan bahwa kebutuhan hidup sehari-hari mereka berasal darinya. Beliau keluar dengan sekarung makanan di punggungnya, dan memberi dengan bebas kepada siapa pun yang menjawab sambil menutupi wajahnya agar tidak dikenali.


- Tatkala beliau wafat banyak orang baru mengetahui bahwa sesungguhnya ia telah menanggung hajat 100 anggota keluarga dan memikul karungan makanan di atas punggungnya setiap malam demi bersedekah kepada kaum fuqaro di Madinah.


- Beliau bila memberikan hutang tidak pernah menagihnya kembali dan apabila berjanji tidak bisa makan dan minum kecuali setelah memenuhi janji. 

Apabila meminjamkan pakaian tidak menuntut untuk dikembalikan dan apabila berupaya melunaskan hajat orang dan terhenti maka dialunasinya dari hartanya sendiri.  


- Bila beliau menunggangi hewan dalam melakukan haji ataupun perang tidak pernah memecut binatang yang ditunggangi dan menyakitinya.


- Beliau juga memperbanyak menunaikan ibadah haji dengan jalan kaki bersama para pengikutnya


_*BERSAMBUNG*_ ,,,,,,

```MANAGIB AL IMAM ALI ZAINAL ABIDIN 


EPISODE 2```


*Kisah Beliau dengan pujangga ternama bernama Farazdaq*


- Dalam banyak referensi disebutkan bahwasanya Hisyam bin Abdul Malik seorang putra penguasa dinasti Bani Umayah, suatu ketika berhaji di masa kehidupan ayahnya. 


- Ia pun tawaf mengelilingi Ka'bah dan berusaha keras di tengah keramaian manusia untuk menyentuh Hajar Aswad, namun tidak sampai ia kepadanya, karena begitu penuh para jamaah haji di tahun itu.


-  Lalu dipasangkan untuknya semacam mimbar yang tinggi di sisi sumur Zamzam di lingkungan Al Hatim guna duduk istirahat dan melihat keramaian manusia di sekitar Ka'bah. Pada saat itu di sisinya ada beberapa kelompok tamu dari negeri Syam. 


- Tiba-tiba muncul di hadapan mereka Al Imam Ali Zainal Abidin hendak melakukan tawaf. Saat beliau sampai di hadapan Hajar Aswad, para jamaah menyingkir dengan penuh ta'dzim untuk memberikan beliau jalan guna menyentuh dan mencium Hajar Aswad. 


- Seketika itu berkata seseorang dari penduduk Syam: "Siapa orang ini, yang manusia begitu menghormatinya sehingga menyingkir darinya ke arah kanan dan kiri?" Hisyam pun menjawab: "Saya tidak mengenalnya!". Sengaja dia berucap demikian karena takut penduduk Syam jatuh hati kepada Al Imam Ali Zainal Abidin. 


- Disaat yang sama Farazdak, seorang penyair kenamaan, hadir dan sontak menjawab orang Syam tersebut: "Saya mengenalnya!", Lalu Dijawab: "Siapa dia wahai Aba Firash?".

Farazdak pun bersya'ir dengan syair yang kemudian menjadi fenomenal di antara isinya sebagai berikut:


هَذَا الَّذِيْ تَعْرِفُ البَطْحَاءُ وَطْأَتَهُ، 


وَ البَيْتُ يَعْرِفُهُ وَ الحِلُّ وَ الحَرَمُ

 Dia adalah orang yang jejak langkahnya bahkan dikenali oleh butiran pasir Mekah yang dilaluinya.

Rumah Allah Ka'bah pun mengenalnya demikian pula dataran tanah suci dan sekelilingnya.


هَذَا اْبْنُ خَيْرِ عِبَادِ اللهِ كُلِّهِمُ، 


هَذَا التَّقِيُّ النَّقِيُّ الطَّاهِرُ العَلَمُ

 Dialah putra insan termulia dari semua hamba Allah yang pernah ada yakni Rasulullah SAW. 

 Dialah manusia yang hidup berhias takwa, bersih, suci dan tersohor ketokohannya.


يَكادُ يُمسِكُهُ عِرفانَ راحَتِهِ


رُكنُ الحَطيمِ إِذا ما جاءَ يَستَلِمُ

 Di saat ia menunju Ka'bah bertawaf mencium Hajar jejak kakeknya.

 Seolah Ruknul Hatimpun enggan melepaskan tangannya, karena mengenal ketinggian nilainya.


هَذا عَلِيٌّ رَسُولُ اللهِ وَالِدُهُ        


أَمْسَتْ بِنُورِ هُدَاهُ تَهْتَدِي الْأُمَمُ

Inilah Ali, dan Rasulullah sebagai Ayahnya.

Seorang cucu yang segenap umat manusia mengikuti bimbingan jalan cahaya petunjuk Kakeknya.


هَذا ابنُ فاطِمَةٍ إِن كُنتَ جاهِلَهُ


بِجَدِّهِ أَنبِياءُ اللهِ قَد خُتِموا

Jika Anda belum mengenalnya, dia adalah putra Fatimah.

Yang seluruh Nabi utusan Allah ditutup dengan risalah kakeknya.


وَلَيسَ قَولُكَ مَن هَذا بِضائِرِهِ


العُربُ تَعرِفُ مَن أَنكَرتَ وَالعَجَمُ

 Pertanyaan Anda “Siapa dia?” tidak akan pernah sanggup melunturkan keharuman namanya.

 Bangsa Arab dan non Arab sudah mengenal dia walau Anda hendak mengingkarinya.


ما قالَ لا قَطُّ إِلّا في تَشَهُّدِهِ


لَولا التَشَهُّدُ كانَت لاءَهُ نَعَمُ

Dari kedermawanannya ia tidak pernah ia berucap لا “tidak”, kecuali dalam ucapan syahadatnya.

Mungkin Kalau bukan karena لا dalam bacaan  syahadat, kata “Tidak” berubah menjadi “ya”.


من مَعشَرٍ حُبُّهُمْ دِينٌ، وَبُغْضُهُمُ


كُفْرٌ، وَقُرْبُهُمُ مَنجىً وَمُعتَصَمُ

 Dia berasal dari keluarga mulia yang mencintai keluarga ini bagian  penting dalam agama.

Membencinya kufur dalam agama, mendekat pada keluarga ini jalan selamat dari marabahaya.



- Mendengarkan Qashidah ini Hisyampun marah lalu menangkap Farazdaq dan memenjarakannya di 'Ashafan. Kemudian sampailah berita terpenjaranya Farazdaq ke telinga Al Imam Ali Zainal Abidin. 


- Beliaupun mengirim untuknya 4000 dirham (uang sekarang sekitar 200 jutaan) sebagai hadiah namun ditolak oleh Farazdaq dan ia menulis surat untuknya seraya berkata: "Saya memujimu tak lain dan tak bukan dengan sesuatu yang memang layak engkau menerimanya". Sayyidina Ali pun menjawab: "Terimalah dan gunakan untuk membantu penghidupanmu, *karena kami keluarga Nabi apabila memberikan sesuatu maka kami tidak menariknya kembali*". maka Farazdaq pun menerimanya.


Disebagian riwayat dikirimkan untuknya 12.000 Dirham dan di sebagian riwayat lain 10.000 dirham, lalu berkata maafkan kami wahai Aba Firas, apabila di sisi kami ada lebih dari itu niscaya kami akan berikan kepadamu.


_*BERSAMBUNG*_ ,,,,,,

EPISODE 3 

MANAGIB AL IMAM ALI ZAINAL ABIDIN BIN AL IMAM AL HUSAIN 


*"Terkait sifat mulia beliau, sikap beliau terhadap Sahabat-sahabat Nabi dan Wafat beliau".*


- Diantara kebiasaan beliau dalam ibadah adalah shalat 1000 rakaat di setiap malamnya dan beliau apabila berwudhu untuk shalat seketika warna kulitnya menguning pucat dan berkata : 

"Apakah kalian tahu ke hadapan siapa saya hendak berdiri!".  


- Beliau tidak senang apabila ada yang membantunya dalam hal berwudhu karena sifat tawadhu dan cermin penghambaan yang murni dan belum ada riwayat yang bisa kita ketahui bahwa beliau pernah meninggalkan shalat malam baik di waktu bepergian ataupun di rumah.


- Beliau amat sangat santun, tidak mudah tersinggung serta pandai menahan amarah. Diriwayatkan ada seseorang mencaci maki nya, namun beliau berpaling, kemudian orang tersebut mengulangi caciannya dan Imam Ali berpaling lagi, lalu lelaki tersebut berkata di hadapan wajahnya: "kepadamu lah saya maksudkan cacian ini", Imam Ali pun menjawab : "Dari perihal dirimu aku menutup mata".


- Beliau amat sangat dermawan, seringkali berbagi, bahkan tidak merasa nyaman kalau tidak memberi sampai dikatakan terkait dirinya:  "kami tidak kehilangan sedekah Sirr (secara sembunyi) kecuali setelah wafatnya Ali Bin Husein".


- Berkata Muhammad bin Ishaq: "banyak manusia dari penghuni Madinah yang hidup namun tidak mengetahui dari mana sumber penghidupan dan makan mereka, tatkala Ali Bin Husein wafat mereka merasa kehilangan apa yang mereka biasa dapatkan di setiap malamnya di depan pintu-pintu rumah mereka. 


- Al Imam Ali Zainal Abidin memanggul karungan roti di atas punggungnya di setiap malam untuk bersedekah, kemudian tatkala beliau wafat dan dimandikan tampak tanda hitam di punggungnya sehingga dikatakan: "apa ini?" maka dijawab: "dahulu beliau memanggul karungan gandum di setiap malam pada punggungnya guna memberikannya kepada fuqara Madinah". Sebagaimana sudah maklum dan kita bahas sebelumnya. 


- Beliau merupakan sosok yang dicintai masyarakat, mereka sangat mencintai dan mengagungkan beliau karena memiliki ikatan keluarga yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW, akan tetapi beliau tidak suka dengan cinta yang berlebihan kepada Ahlulbait sehingga beliau berkaata : 

“Wahai manusia cintailah kami karena kecintaan kalian terhadap Islam, dan tidaklah semakin erat kecintaan kalian terhadap kami kecuali itu menjadi aib bagi kami”. (Karena merasa tertuntut untuk lebih baik lagi)


- Al Imam Az Zuhri apabila menyebutkan nama Ali Putra Husein Radhiyallahu anhu menangis dan berkata: "Dialah Zainul Abidin (Perhiasan para Ahli Ibadah)".


- Diriwayatkan bahwasanya Nafe' bin Jubair pernah Menegur Al Imam Ali karena duduk bersama Zaid bin Aslam yang berstatus sebagai seorang hamba sahaya namun memiliki ilmu yang luas, maka beliau menjawab : 

"Sesungguhnya ilmu itu sepatutnya didatangi di manapun ia berada".  


- Beliau pernah berkata : 

"Apabila niat, kemampuan, taufik dan pengkabulan bersatu padu maka disanalah keberuntungan akan terwujud dengan sempurna".


- Diriwayatkan bahwasanya beberapa orang dari kalangan penduduk Iraq datang ke hadapan Al Imam Ali Zainal Abidin kemudian mereka berkata dengan perkataan tidak baik terkait pribadi mulia Sayyidina Abu Bakar Umar dan Utsman. Tatkala mereka selesai berbicara, berkatalah Imam Ali Zainal Abidin kepada mereka: 

"Kabarkanlah kepada saya dari golongan mana kalian:


apakah kalian dari golongan yang disebut Quran:


1. kaum Al-Muhajirun Al-Awwalun: 


الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ


 "Yang berhijrah yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridaan(-Nya) dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar." Q.S Al Hasyr : 8.


Mereka menjawab tidak


Imam Ali pun menyambung pertanyaan:


"Apakah kalian termasuk


2. Golongan (Anshar):


وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً


 "Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan jirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan." Q.S Al Hasyr : 9.


Mereka menjawab tidak.


Beliau berkata: 

"Apabila kalian adalah orang-orang yang berlepas diri dari dua golongan yang tersebut, maka saya bersaksi bahwa kalian bukan tergolong orang yang dipuji oleh Allah SWT dalam firmanNya :


وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ


 "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” Q.S Al Hasyr : 10.


Pergilah kalian dari hadapanku hanya Allah SWT lah yang akan membalas perbuatan kalian.


- Beliau selalu memuji Sayyidina Abubakar, Sayyidina Umar dan Sayyidina Usman Radiallahu anhum, sangat mencintai mereka para sahabat serta mengagunginya.


- Bahkan saat muncul sebagaian kelompok orang yang menghujat para sahabat beliau menangkal hujatan itu dan berlepas diri dari mereka kelompok tersebut . 

Beliau pernah ditanya tentang bagaimana kedudukan Sayyidina Abubakar Assidiq dan Sayyidina Umar bin khatab beliau menjawab : 

“Kedudukan kedua nya sama seperti sekarang” seraya mengisyaratkan tangannya ke makam Rasulullah SAW. Mengisyaratkan dekat dengan Rasulullah. 


- Dalam riwayat lain datang seseorang dan berkata : “kabarkan kepadaku tentang Abubakar” 

Beliau menjawab : tentang Assidiq kau bertanya?"

Orang itu berkata mencemooh : 

“Kau rela menamakannya dengan Assidiq?"

Beliau menjawab : 

“Celakalah ibumu (karena perbuatan tercelamu ini), orang yang lebih baik dariku sudah menyebutnya Assidiq yakni Rasulullah SAW, kaum muhajirin dan kaum anshar. Siapa yang tidak menamakannya Assidiq maka Allah tidak akan membenarkan ucapannya, pergilah kau dan cintailah Sayidina Abubakar dan Sayidina Umar".


- Beliau memiliki keturunan cukup banyak diantaranya:

a. Al Imam Muhammad Al Bagir bin Ali Assajad banyak menyerupai sifat ayahnya beliau pun tak cenderung ke politik dan menjadi rujukan masyarakat dalam bebagi bidang ilmu.

b. Sayidina Zaid bin Ali assajad yang juga dikenal ketokohan dan kemuliaannya.



WAFAT BELIAU

- Beliau wafat pada tanggal 25 muharram tahun 57 H dan sholatkan di masjidi Al Haram An Nabawi dengan jumlah yang sangat besar yang kemudian mengantarkan jenazah beliau untuk di kebumikan di baqi’ disamping pamannya Al Imam Al Hasan bin Ali Radhiyallahu 'anhum.



Komentar